LAMPUNG SELATAN – Dengan Keadaan kelangkaan BBM di Kecamatan Ketapang Lampung Selatan dan jeritan para Nelayan dan para Petani, serta terkait informasi bahwa adanya proyek dengan 4 Alat berat (Excavator) yang sedang beraktifitas membuat kontruksi Tambak Klester di Desa Pematang Pasir yang di duga menggunakan BBM jenis Solar bersubsidi membuat tim media melakukan investigasi terkait permasalahan tersebut.
Sedangkan dilokasi sekitar 4 Excavator dan beberapa para pekerja juga terlihat ada beberapa Jerigen Bahan Bakar.

Saat dikonfirmasi BBM nya?? pekerja setempat mengatakan bahwa alat berat tersebut menggunakan jenis BBM Industri.
Namun ketika ditanyakan DO serta Legalitas Surat dari Perusahaan mana yang memasok BBM Industri tersebut?salah satu Pekerja mengatakan, pada Kamis (12/11/2020), “Besok saja datang lagi nanti kita tunjukkan dokumennya,” ujarnya sambil terus memancing ikan seolah-olah tidak ambil perduli saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.
Saat Jum’at (13/11/2020), kembali Tim Koran tersebut datang menkonfirmasi dan masuk ke area lokasi proyek tersebut ternyata kegiatan proyek ini dari Kementrian Kelautan dan Perikanan bagian Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan Proyek Kontruksi Tambak Klester di Paret satu Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang yang jatuh di kerjakan oleh PT. Total Plus Abigail Sentosa selaku kontraktornya.
Salah satu pekerjaan dilokasi tersebut mengatakan, “Untuk urusan minyaknya temui saja pak Rucky bang,” ujar pekerja ini seraya menunjuk salah satu pos yang tidak begitu jauh dari lokasi tersebut.
Sungguh sangat di sayangkan ketika hendak ditemui oknum yang berada di pos pihak bersangkutan langsung ngacir pergi dengan menggunakan Sepeda Motornya.
Sampai berita ini dirilis pihak Kontraktor dan oknum petugas yang memasok BBM di lokasi Proyek Kontruksi Klaster Tambak tersebut tidak ada klarifikasi yang jelas. Sementara jika berbicara BBM Industri? di lokasi tersebut tidak ada Tanki dengan kapasitas minimal 5000 Liter sehingga kuat dugaan bahwa alat berat yang digunakan dilokasi proyek tersebut menggunakan BBM berjenis subsidi. (Wayan)
