Anggota DPRD Lampung Yudha Alhadjid Sosialisasikan PIP – WK di Desa Gunung Sugih

Bagikan

PESAWARAN – Anggota DPRD Provinsi Lampung Yudha Alhadjid, menyoroti dampak serius perkembangan teknologi, khususnya penggunaan telepon genggam (HP), terhadap pembentukan karakter anak dan remaja. Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi benteng utama menghadapi tantangan tersebut.

Hal itu disampaikan Yudha saat kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila bersama warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (31/01/2026).

Yudha menilai derasnya arus digitalisasi telah memengaruhi pola pikir, etika, dan perilaku generasi muda. Tanpa pendampingan yang tepat, teknologi justru berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan dan sosial.

“Perkembangan zaman sangat pesat dan ini berdampak langsung pada karakter anak-anak kita. Salah satu yang paling terasa adalah penggunaan HP yang tidak terkontrol,” ujarnya.

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Lampung itu menegaskan, nilai-nilai Pancasila harus kembali dikuatkan sebagai pedoman hidup, dimulai dari lingkungan keluarga. Ia menekankan bahwa orang tua memegang peran kunci dalam membentuk karakter anak di era digital.

“Saya mengimbau para orang tua agar benar-benar mengawasi penggunaan HP anak-anak. Jika dibiarkan tanpa kontrol, dampaknya bisa merusak karakter dan etika generasi penerus,” tegasnya.

Menurut Yudha, menjaga dan mengamalkan Pancasila bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat demi menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Dalam kegiatan tersebut, Yudha juga menghadirkan narasumber Dr. Ryfandi Ritonga dan Poltak Aritonang yang memaparkan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya di tingkat keluarga dan desa.

ruangseduh.jpg

“Penerapan nilai Pancasila tidak harus sekaligus. Bisa dimulai dari hal sederhana di rumah, seperti sikap saling menghormati, disiplin, dan tanggung jawab,” harap Yudha.

Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pembentukan karakter anak serta memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *