LAMPUNG UTARA – Dijaman sulit ini masih ada saja perbuatan orang yang melangar Hukum, dengan modus bermacam-macam cara demi menghasilkan cuan haram.
Beberapa tahun lalu telah terjadi Dugaan penipuan dengan modus masuk kerja, tepatnya ditahun 2009. Ketika ibu Aisah masih aktip sebagai kepsek di SD 6 kelapa tujuh, inisial AS yang juga warga way kanan tetapi tingal di bandar lampung gunung terang, menawarkan pekerjaan kepada Ibu Aisah untuk anak-anaknya, setelah pertemuan ibu Aisah dan AS terjadi kesepakatan untuk anak-anak Aisah yang mau berkerja dengan catatan kita harus mengeluarkan dana, tahun 2009 Ibu Aisah mengeluarkan uang sebesar Rp 90.000.000(sembilan puluh juta rupiah) uang ini untuk anaknya yang ingin masuk menjadi guru SMA .

Kemudian yang kedua ibu Aisah mengeluarkan uang lagi sebesar Rp. 25.000.000 jt (dua puluh lima juta rupiah) uang itu untuk anaknya bekerja diRumah sakit Bandar Lampung, pada waktu itu AS masih tingal di gunung terang Bandar Lampung
Setelah semua nya uang itu diberikan ibu Aisah berharap melalui AS anak-anaknya dapat bekerja dan mempuyai penghasilan tetap.
Tetapi selang beberapa tahun kemudian anak Ibu Aisah tak kunjung di pangil untuk bekerja yang diharapkan anak-anaknya Aisah. AS bukan dengan ibu Aisah saja mengabil uang dengan modus untuk di masukan kerja, menurut keterangan Ibu Aisah,melalui sms hp ketika ibu Aisah mempertayakan kenapa anak saya sampai sekarang balum juga masuk kerja, lalu ibu Aisah berkesimpulan untuk menarik atau mengabil kembali uang yang sudah lama dengan AS.tetapi AS selalu bekelit dan berjanji trus tidak pernah ada realisasinya, kemudian,AS yang suaminya sebagai kades di banjar sari way kanan, AS di tahan polisi bandar lampung terkait laporan orang tua korban yang di janjikan AS untuk bekerja. AS ditahan karena laporan, yang diduga seorang TNI,
Pada saat AS ditahan , AS sempat menelpon ibu Aisah, AS mengatakan banwa bu Aisah saya minta tolong ya bu jangan ikut-ikut melapor nanti setelah saya keluar atau setelah saya membereskan urusan saya dulu,nanti uang ibu secepatnya saya kembalikan.
setelah terjadi ditahan AS warga way kanan , rupanya AS meyuruh saudaranya yang bernama Herman datang ke SD 6 kelapa tujuh menemui Ibu Aisah, menurut keterangan ibu Aisah kedatangan Herman yang diduga pamanya AS meminta kepada ibu Aisah untuk tidak ikut melapor kepolisi karena nanti uang ibu Aisah akan segera kami kembalikan tegas Herman pada ibu Aisah. Tetapi seiring nya waktu setelah dikabarkanya AS sudah keluar janji yang di katakan Herman sampai saat ini belum juga dibayar. Pada tahun 2026 ini ibu Aisah mulai mempertayakan lagi uang yang dijanjikan akan di kembalikan. melalui , sigit dan rasman perintah ibu Aisah untuk menumui suami AS di way kanan desa banjar sari tetapi kami tidak sampai ke desa banjar sari dan tidak bertemu suami AS, kami hanya bertemu dengan yani di desa lain dan masih keluarga AS, menurut keteranag yani kades dan AS tidak oernah ada ditempat meraka masih di bandung tegas yani.oleh yani nanti kami di beri kabar selanjutnya.
Setelah beberapa bulan kemudian tidak ada kabar. Ibu Aisah melalui saudaranya yang di pangil teteh, yang ada di way kanan meminta bantuan untuk menghubungi AS terkait mempertayakan uang yang sudah sekian tahun tak kunjung di kembalikan, pada waktu itu ada perkumpulan keluarga arisan, Aisah anak serly bertemu AS . Menurut Aisah dia kaget melihat saya kenapa ada di pekumpulan itu. Dan AS masih sempat juga menawarkan serly apakah kamu masih ingin bekerja, tidak saya menungu ancle saja, Jawab serly ini keterangan ibu Aisah.
Setelah ibu Aisah meminta tolong pada tetehnya untuk mempertayakan uang tersebut yang sebesar 115 jt terkait yang di duga mudus masuk kerja itu, AS miminta sabar abis labaran fitri , setelah lebaran selasai uang tersebut belum juga di kembalikan oleh AS sampai saat ini. Menurut ibu Aisah banyak bener alasanya uang belum cukup, atau apalah saya jadi bingung dibuatnya. Menurut ibu Aisah AS sepertinya sudah tidak ada malu nya lagi. Tetapi saya berharap uang itu secepatnya di kembalikan, karena keluarga besar sudah pada tahu semua urusan ini. Berita ini tetap di abdet dalam edisi berikutnya dan akan di viralkan trus sampai ada kesipulan yang jelas. (Rasman)
