BANDAR LAMPUNG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan memberikan Kuota Internet kepada siswa sebesar 35 Giga Byte (GB) per bulan dan guru 42 GB per bulan.
Selain itu, mahasiwa dan dosen juga bakal diberikan Kuota Internet 50 GB per bulan.
Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan Nadiem agar tak lupa untuk memberi perhatian kepada para Santri.

Berikut bunyi petikan pernyataan Muzani dan Nadiem yang diunggah Rahmat Mirzani Djausal.
“Kami akan memperjuangkan subsidi kuota bagi pelajar, mahasiswa dan santri. Subsidi ini untuk memperlancar proses belajar daring atau online karena Virus Corona (Covid-19),” kata Muzani, (29/082020).
“Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp9 Triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan,” ujar Nadiem Makarim di Jakarta, (27/08/2020).
“Mas menteri @nadiemmakarim jangan lupa Santri diperhatiin juga dong..,” tulis Mirza yang merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Sabtu (29/8/2020).
Sementara itu, dikutip dari situs resmi Kemendikbud Nadiem Makarim mengatakan, bahwa bantuan pengadaan pulsa tersebut berdasarkan masukan masyarakat yang mayoritas terkendala pulsa kuota internet dalam mengakses pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Pulsa ini adalah (masalah) nomor satu,” kata Nadiem.
“Ini yang sedang kami akselarasi secepat mungkin agar bisa cair,” lanjut Mendikbud.

Rencananya, dari total dana Rp9 Triliun, Rp7,2 Triliun akan diberikan subsidi Kuota Internet selama empat bulan, terhitung dari bulan September-Desember 2020. Siswa akan mendapat 35 GB/bulan, guru akan mendapat 42 GB/bulan, mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan.
Selain itu, Kemendikbud mengalokasikan dana sebesar Rp1,7 Triliun untuk para penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, dosen, serta guru besar. (ADV)
