Open Jagung di Lamsel Banyak Yang Mangkrak Bantuan Dari Kementrian Pertanian

Bagikan

LAMPUNG SELATAN – Banyaknya Bantuan Pengering Jagung (Open Jagung) di Lampung Selatan yang mangkrak di beberapa tempat Kecamatan Ketapang membuat para Kelompok Tani tidak bisa memanfaatkan untuk digunakan mengelolah hasil pertanian mereka.

ruangseduh.jpg

Mangkraknya Open Jagung tersebut diketahui berdasarkan pengakuan dari para petani setempat.

Seperti halnya Ramlan, salah satu Ketua Kelompok Tani Desa Legundi saat dikonfirmasi di kediamannya menuturkan,bahwa bantuan Open Jagung dari Dinas Pertanian Provinsi yang di terima kelompoknya itu di bangun pada tahun 2015 yang lalu. Kelompoknya hanya terima jadi untuk mengelola Open tersebut.

Namun karna adanya kendala kerusakan yang serius pada bagian dinding dan pada mesin, akhirnya kelompok tidak mampu membeli peralatan yang menelan biaya sekitar Rp.30 Juta lebih, ditambah rusaknya bagian dinding karena terbakar sehingga sampai saat kondisi Open Jagung tersebut mangkrak tidak bisa berproduksi lagi.

“Sudah dua Tahun Rusak karena dindingnya kebakaran dan mesinnya juga rusak. “Saya sudah laporan ke Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan dan Laporan Dinas Pertanian Provinsi Lampung, namun katanya nanti kalau ada rehabilitasi dan sampai saat ini belum ada realisasinya,” ujarnya.

Lanjut Ramlan,”kapasitas Open nya beda dengan yang ada di Desa Sripendowo. Kalau ini kapasitas nya 6 Ton, kalau yang di Pendowo sekitar 3 Ton. Biaya oprasionalnya tinggi juga pak, seperti untuk beli Kayu dan Solarnya sehingga tidak ketemu dengan hasil produksi pengolahan Jagungnya jika yang di olah tidak sesuai target,” terangnya.

Dikatanya bahwa semenjak di bangun pada 2015 yang lalu Open tersebut hanya berjalan 2 tahun, ada hasilnya untuk biaya rehap semampunya. Setelah rusak dan kelompok tidak mampu membeli alatnya karena sangat mahal sehingga menelan biaya 30 Juta lebih, akhirnya mangkrak sampai saat ini. Kemudian Saldo yang ada ditambah simpan pinjam di kelompok di belikan Sawah 1 Hektar dan dikelola secara bergilir per dua tahun oleh Anggota.
Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dari media yang peduli mengekspose untuk kemajuan seputaran Pertanian di Kabupaten Lampung Selatan ini,” tuturnya.

Sementara diketahui bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan sarana Pasca Panen TP APBN-P tahun 2015 lalu dari
Direktorat Jenderal Kementrian Pertanian Tanaman Pangan. (Wayan.S)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *