LAMPUNG UTARA – Bukan hal yang biasa lagi terjadinya Pungli baik yang di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara maupun di Sekolah-Sekolah yang sistematis nya sudah tersusun rapih hal tersebut terjadi karena kesepakatan bersama atau kemupakatan jahat.Sehingga menjadi turun menurun pungli yang sudah tersusun .meyingkapi Berita Pungli di Lingkungan Dinas pendidikan beberapa waktu lalu dan ini Di Duga masih ada kaitan nya di Dinas Pendidikan bidang ketenagaan.pasalnya Honorer inisial R diSekolah pindah Dapodik Maksudnya dari Sekolah SD 01Tanjung Iman ke SD 02 Talang Gabus .R melengkapi berkas yang di minta dari Rekom yang di tuju dan persetujuan sekolah awal tempat R bekerja. karena kepsek Tanjung Iman Terlalu Banyak Berbelat-belit .jam sudah penuhlah atau sudah pull sehingga R di Duga mengambil kesimpulan untuk memberi sejumlah uang dengan nilai yang pantastis Rp 2.000.000 (Dua Juta Rupiah) Barulah kepsek Tanjung Iman menanda Tangani Berkas Tersebut.setelah semua di kira cukup dalam persyaratan sekolah itu R menyuruh operator sekolah untuk mengantar Berkas ke Dinas pendidikan di bagian Bidang ketenagaan.kemudian berkas di proses Barulah R secara otomatis telah masuk di Dapodik sekolah yang di tuju.kemarin 18-02-25 Kabid Ketenagaan mengupulkan Beberapa orang yang di Duga Terlibat Dalam pungli .kepsek Tanjung Iman berserta suami kepsek yang mengaku jurnalis salah satu media entah TerDaptar atau tidak di Komomfo L.U .mas Atin stap Ketenagaan dan Kabid Ketenagaan.suami kepsek dan kepseknya sendiri mengakui Bahwa tidak kami pungkiri ada pemberian R sebagai tanda terima kasih yang kisaran nilai tidak di sebutkan dan di benarkan Kabid Ketenagaan melalui Rekaman R meyebutkan Bahwa R memang Telah memberi uang Sebesar Rp 2.000.000( Dua Juta Rupiah)
Tapi sy tidak tau sama siapa R memberikan uang tersebut ucap Kabid Ketenagaan.masih di tempat yang sama kepala Dinas pendidikan ketika di kompirmasi tidak berda di tempat karena masih menghadiri Pelantikan Bupati di Semarang diminta kepada APH Untuk menindak tegas pungli yang di lakukan oknum kepsek maupun DiLingkungan Dinas Pendidikan agar tidak terjadi lagi di sekolah lainya.(Rasman)
