LAMPUNG UTARA – Dengan mendatangi dan meminta bantuan awak media Bapak Setiawan Saputra yang sedang berduka menjelaskan akan rasa kecewaannya kepada pihak RSU. Handayani. Kotabumi. Lampung Utara
Minggu (16/01/2022).
Ibu Novita sari (Istri dari Setiawan Saputra) yang telah melahirkan anak ke tiga buah hati pasutri tersebut, yang mana proses persalinan kelahiran anaknya di ruang persalinan Kelas Ekonomi RSU. Handayani Kotabumi. Lampura, karena keterbatasan biaya keluarganya yang termasuk dalam keluarga tidak mampu atau masyarakat miskin, yang berdomisili di jln. Cendana kelurahan kelapa tujuh. RT.01. LK.O4 Kotabumi. Lampung Utara.
“Saat proses melahirkan di RSU. Handayani dan kelahiran bayi Sekira pukul 16 : 30 wib. Hari Sabtu (15/01/2022).
Kondisi ibu (Novita Sari) dan bayi dalam keadaan sehat. Namun selang beberapa jam kemudian kondisi bayi saya tidak dapat bertahan dan dinyatakan pihak RSU meninggal dunia pada dini hari sekira pukul. 01 : 40. Hari Minggu (16/01/2022). Di RSU. Handayani Kotabumi. Sehingga kami dan keluarga di selimuti rasa duka yang mendalam seperti yang diucapkan langsung Setiawan Saputra dan Novita Sari dan kini bertambah pada rasa kekecewaan kami terhadap pihak RSU. Handayani. Lantaran tersangkut permasalahan biaya administrasi yang diharuskan untuk dilunasi, namun dalam kondisi ekonomi rumah tangga yang kekurangan/tidak mampu kami ini, tidak menjadi alasan bagi RSU. Handayani untuk memberi kebijakan dan keringanan bagi pasutri tersebut yang jika dilihat dari rasa kemanusiaan sudah sepantasnya pihak Rsu. Handayani dapat menolong meringankan beban pasutri tersebut akan tetapi sepertinya pihak RSU tidak peduli sama sekali, dan sudah berulang – ulang kali hingga sudah 4, kali Setiawan Saputra Bapak dari Orang tua bayi meminta dan sangat berharap agar diberikan keringanan untuknya yang ingin membawa jenazah anaknya untuk segera di makamkan, tetapi dari pihak Rumah Sakit Umum Handayani. Tetap menekan pada pasutri tersebut bila ingin jenazah anaknya dapat dibawa maka diharuskan melunaskan pembayaran dengan Total sejumlah biaya administrasi kurang lebih Rp.2520.000. Dikutipnya dari keterangan pegawai Rsu, hingga saat memohon Setiawan Saputra hanya menjadi Rp.2300000. yang harus di bayar tunai. Yang saat itu dengan keadaan mendesak dan keterbatasan ekonomi pasutri tersebut baru hanya memiliki uang Rp.1450.000. Itu pun uang dari bantuan pemberian keluarga – keluarganya, “ungkap Setiawan.
Dilanjutkan Setiawan, “Dengan memohon dan sangat berharap agar anak saya yang telah meninggal dunia tersebut dapat segera dibawa pulang di karenakan dari jam 06.00 pagi hari semua sudah dipersiapkan, dinantikan keluarga untuk dapat segera dimakamkan sebagai mana mestinya.
Namun masih saja ada penolakan dari pihak RSU. Handayani. Sampai 4, kali saya menemui petugas pelayanan kasir pembayaran agar dapat memohon membawa jenazah anak saya tersebut pulang Tetapi masih saja tidak di izinkan karena harus melunaskan pembayaran tersebut. Terlebih dulu,” ucapnya.
Saat Awak Media bersama bapak setiawan saputra dan salah satu kelurganya (Bowo) guna mengklarifikasi terkait kebenaran yang terjadi dengan menemui Ibu Umiyati dan Bapak Eko saputra selaku petugas Administrasi RSU. Handayani yang sedang bertugas.
Umiyati mengatakan, “Pihak media agar tidak merekam dalam pembicaraan dan menjelaskan semua yang berobat dirumah sakit ini di haruskan lunas administrasi dan untuk selajutnya agar menemui di Bidang Humas esok hari pada hari senin. (17/01/2022) Dan benar jenazah anak dari setiawan tersebut tidak dapat dibawa untuk di makamkan karena harus membayar lunas Administrasi Rsu.Handayani, ” Ucap Umiyati
Diketahui, Jenazah Bayi tersebut dapat diambil jam 10 : 30 oleh Kakak perempuan setiawan yang bernama Putri itu juga dengan sangat memohon dan dengan Membayar Uang yang sudah bertambah menjadi Rp.2.000.000. yang di dapatkan dari sumbangan pemberian keluarga dan rasa kasihan warga kepada pasutri tersebut. Jenazah Bayi tersebut dibawa dari Rsu. Handayani pulang kerumah duka untuk di makamkan di kelapa tujuh dengan digendong menaiki kendaraan roda dua (Motor) yang mereka bawa. (AA)
