DPRD Provinsi Lampung Tegaskan SPPG Bermasalah Tutup

Bagikan

BANDAR LAMPUNG – Satu tahun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari 2025 hingga Januari 2026 mencatat sejumlah persoalan serius. Secara nasional, total korban keracunan MBG tercatat mencapai 21.254 orang.

ruangseduh.jpg

Tingginya angka tersebut dinilai harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaksana program, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengatakan MBG merupakan program strategis karena menyangkut pemenuhan gizi anak anak tanpa membedakan latar belakang sosial.

“MBG ini sangat penting karena pemerintah ingin memastikan gizi anak-anak dari keluarga mampu dan masyarakat umum itu sama. Di Lampung sendiri penerima manfaatnya lebih dari 1 juta orang,” kata Deni, Senin (19/01/2026).

Deni menegaskan, bahwa jika terjadi keracunan, tidak boleh ada kompromi. Badan gizi daerah harus tegas. Tutup SPPG-nya dan ganti. Ini menyangkut keselamatan masyarakat.

“Keselamatan anak-anak merupakan hukum tertinggi. Anak-anak adalah tunas bangsa dan harapan kita. Jika ada SPPG yang tidak sesuai juknis dan membahayakan keselamatan anak-anak, tutup dan ganti SPPG-nya,” pungkasnya.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *