Di Duga Ada Pungli Acara Seminar Great Teacher Guru Lampung Utara mengeluh

Bagikan

LAMPUNG UTARA – Dalam rangka hari guru nasional 2025 dan HUT PGRI ke 80, berbagi acara gelar diantaranya Great Teacher serta Seminar & Workshop Daring Mandiri kegiatan acara berlangsung di Aula Pusiban Agung Lampung Utara (15/12/2025) kegiatan yang berlangsung itu menelan Anggaran yang Cukup pantastis,Anggaran bersumber dari dana yang diduga dari para guru-guru selampung utara yang di punggut sebesar Rp.200.000,- /perguru,dari nara sumber yang di himpun guru yang telah Daptar atau yang mengikuti Seminar GreatTeacher Sebanyak lebih kurang mencapai 2300 orang Guru.

Saat dikonpirmasi beberapa guru yang enggan disebutkan nama nya,sebenarnya saya menolak untuk membayar atau kami dipunggut Anggaran Sebesar Rp.200.000.  dana itu terlalu besar dijaman sekarang ini pak. Tuturnya

‎Lanjutnya, seluruh guru guru se-lampung utara “ini diDuga diperintah oleh kepala dinas pendidikan dan mereka selaku peyelengara telah meminta izin kepada Bupati Lampung utara. maka nya kami selaku yang dibawah ikut atau menurut saja.

‎Ironis nya kegiatan tersebut yang diDuga pungli pasalnya banyak seluruh Guru yang mengeluhkan atas pungutan yang telah di patok bukan berdasarkan sumbangan sukarela.mirisnya lagi pemeritah Lampung Utara merestui tampa memikirkan dampak para Guru,yang penting Lampung Utara terdengar dari luar selalu mempuyai kegiatan,ketika dikompirmasi Kepala Dinas Pendidikan Hi.Sukatno .SH.MH sedang sibuk Gladiresik mengatur persiapan Seminar yang akan di mulai besok senen 15-12-2025.tidak ada perhatian khusus dari pemeritah terkait yang di Duga Pungutan atau Pungli yang dipatok sebesar Rp 200.000 ,masih ditempat yang sama sekalu pelaksana Great Teacher Herdinal susah untuk dihubungi karena sibuk dalam acara tersebut.terkait acara Seminar Great Teacher untuk yang di pusiban Agung hanya dihadiri pejabat K3S,korwil selampung utara dan pejabat pejabat pemerintah lampung utara sementara para Guru hanya melalui Daring saja, dewan Guru juga dibebankan koata ponsel sendiri tidak dibantu dari peyelengara.(rasman)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *