Mengenal Sosok Anggota DPRD Lampung Midi Iswanto

Bagikan

BANDAR LAMPUNG – Midi Iswanto merupakan seorang anggota DPRD Lampung dari Fraksi Partai Demokrat.

ruangseduh.jpg

Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Lampung Midi Iswanto merupakan seorang pengusaha yang terjun ke politik. Kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung.

Pria yang juga menjabat sebagai ketua BPOKK DPD Partai Demokrat Lampung ini sudah malang melintang sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung.

Sebelum duduk di kursi DPRD Provinsi Lampung melalui Partai Demokrat, Midi Iswanto mengawali karir politiknya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Midi Iswanto duduk di DPRD selama dua periode, 2009-2014 berlanjut 2014-2019.

Dia dari tahun 2019 sampai sekarang dipercaya kembali sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung, mewakili Fraksi Partai Demokrat.

Midi mengatakan ketertarikan terjun ke dunia politik sejak tahun 2002 silam. Pria kelahiran 22 Mei 1967 ini mengaku punya banyak teman yang berkecimpung di dunia politik.

Dia sempat bergabung dengan Partai PKB, dan akhirnya melabuhkan diri ke Partai berlogo Bintang Mercy di tahun 2018.

“Saya basic nya pengusaha, dari sana saya banyak bergaul dengan orang-orang yang lebih dulu berpikir,” katanya.

Midi punya penilaian sendiri, mengenai awal mula ketertarikan nya dengan dunia politik.

Menurut Midi, sebagai anggota legislatif banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat banyak.

Salah satunya kebijakan-kebijakan politik, yang dihasilkan sangat membantu kemaslahatan masyarakat banyak.

“Kebijakan politik sangat tinggi dalam menjalankan dan mengelola roda pemerintahan,” jelasnya.

Dari situlah, lanjut Midi dirinya tergerak untuk ikut berkontribusi bersama dengan masyarakat untuk terjun ke dunia politik.

Untuk itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam Pemilu ini.

Dia berharap jangan sampai masyarakat apatis sehingga lebih memilih untuk golput.

“Jangan golput, ayo sama sama kita ramaikan datang ke TPS menentukan pilihan pemimpin,” ajak Midi.

Midi juga mengajak masyarakat menghilangkan paradigma silahkan siapa saja yang menjadi pemimpin.

Menurutnya, masyarakat harus dapat mengenal terlebih dahulu siapa sosok calon pemimpin yang dipilih nanti.

“Kebijakan pembangunan, politik anggaran yang masuk ke daerah-daerah. Terkait juga dengan Peraturan Daerah, ini kan tergantung pada siapa yang memimpin nya,” pungkasnya.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *