BANDAR LAMPUNG – Wakil Ketua DPRD Lampung, Elly Wahyuni mengaku belum mendapat kabar ratusan mahasiswa Unila terlantar saat melakukan kegiatan di luar kota.
Namun Politisi Gerindra Lampung ini berpesan agar pihak Unila lebih berhati-hati dalam membina mahasiswanya yang mengadakan kegiatan du luar kota. Pun meminta memberikan sanksi tegas pada ‘biang kerok’ masalah tersebut.
“Tapi jika aturan dan kesepakatan dengan mahasiswa PKL tidak dijalankan. Maka untuk segera pihak Unila melakukan dan mengumpulkan bukti kejadian yang ada dan memberikan teguran bahkan sanksi bagi penyelenggara serta meninjau ulang kembali kegiatan PKL. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkapnya, Senin (22/01/2024).
Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Lusmeilia Afriani memberikan tanggapan, terkait kabar telantarnya ratusan mahasiswa Unila tersebut. Namun Prof. Lusmeilia Afriani irit bicara soal terlantarnya 133 mahasiswa itu.
“Kebetulan saya ada acara. Silakan tanya ke Dekan FKIP ya,” kata Lusmeilia Afriani saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/01/2024) pagi.
Ketua panitia Yonatan Sodiva Ompuna, mahasiswa Prodi Penjas Angkatan 2022, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pihak fakultas yang segera mengambil alih permasalahan ini. Dia juga mengaku sangat menyesalkan kejadian ini.
“Saya secara pribadi dan mewakili teman-teman, khususnya Penjas Angkatan ’22 , kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dekan FKIP Unila. Di sini kami sangat terbantu atas segala kegaduhan dan kerumitan dalam acara KKL kami ini. Semoga yang akan kami lakukan ke depan menjadi yang terbaik dan ada jalan keluar,” ujar Yonatan.
Dia juga mengatakan mereka berangkat dari Bandar Lampung pada 14 Januari untuk melaksanakan KKL dengan tujuan Bali, Yogyakarta dan Bromo menggunakan Biro Jasa Perjalanan TAF Tour And Travel.
“Namun karena ketidakprofesionalan pihak biro perjalanan, mereka mengalami masalah sejak di Bali sehingga gagal ke Bromo dan Yogyakarta sebab pihak Perusahaan Otobus tidak mau melanjutkan perjalanan karena ada kekurangan pembayaran. Dan seperti inilah kejadiannya,” ungkap Yonatan.
Sementara itu, terkait adanya peristiwa mahasiswa KKL yang sempat terlantar di Bali dan di rest area, Dekan FKIP Unila Prof. Sunyono menyampaikan akan meminta penjelasan dari pihak mahasiswa, program studi, dan pihak travel.
“Kita akan cari informasi tentang kejadian yang sebenarnya segera akan kita panggil dari pihak mahasiswa, prodi dan pihak travel untuk memberi penjelasan,” ucap Prof. Sunyono.
