{"id":18699,"date":"2024-07-17T14:23:15","date_gmt":"2024-07-17T07:23:15","guid":{"rendered":"https:\/\/koran88.com\/?p=18699"},"modified":"2024-10-07T18:55:24","modified_gmt":"2024-10-07T11:55:24","slug":"anggota-dprd-lampung-watoni-noerdin-ulas-kembali-sejarah-kota-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koran88.com\/?p=18699","title":{"rendered":"Anggota DPRD Lampung Watoni Noerdin Ulas Kembali Sejarah Kota Baru"},"content":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG &#8211; Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan Watoni Noerdin menceritakan cikal bakal pembangunan Kota Baru hingga tidak dilanjutkan pembangunannya.<\/p>\n<p>Menurutnya, perencanaan hingga pembangunan Kota Baru terjadi saat masa pemerintahan yang dipimpin Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.<\/p>\n<p>Adapun dorongan kuat terbentuknya Kota Baru kala itu, menurut Watoni, lantaran Sjachroedin ZP memiliki beberapa tujuan.<\/p>\n<p>Di antaranya untuk mengurai kemacetan dan menghidupkan pembangunan di 3 wilayah. Di antaranya, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Kota Metro.<\/p>\n<p>&#8220;Pada saat itu Gubernur Lampung Pak Sjachroedin ZP melihat terjadinya kemacetan di pusat kota menuju kantor Pemerintahan. Bahkan kala itu, diperkirakan ada 6 ribu lebih kendaraan yang melintas, ditambah lagi adanya lalu lintas babaranjang, sehingga terjadi kemacetan yang signifikan.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi itu lah cikal bakal terbentuknya gagasan pembangunan Kota Baru,&#8221; kata Watoni Noerdin, Rabu (17\/07\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu nama Kota Baru muncul karena tujuan pembangunan kantor pemerintahan itu untuk menghidupkan 3 daerah: Lampung Selatan, Jalur Lampung Timur, dan Jalur ke Kota Metro jadi nama Kota Baru muncul dengan harapan ada Pemerintahan Baru.<\/p>\n<p>Ide itu kemudian di bawa dalam rapat Paripurna bersama DPRD dan atas kajian dan dilihat dari segi kebermanfaatannya, maka disetujui anggota DPRD Lampung dan dibuatkan Perdanya,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Dia mengatakan sebelum pembangunan Kota baru terjadi telah dibahas dan dilakukan studi banding bahkan hingga luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Pembangunan itu dilakukan setelah studi banding di Jepang, Amerika dan beberapa Provinsi di Pulau Jawa. Hal ini guna memastikan manfaat setelah dibangunnya kantor Pemerintahan yang baru,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Mengenai asal muasal lahan Kota Baru, menurutnya, kala itu sempat terjadi tukar guling wilayah Kota Baru yang kurang lebih memiliki luas lahan sekitar 1.580 hektare, ditukar dengan wilayah Tulangbawang Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi untuk pembangunan Kota Baru sudah sah secara hukum karena Pemerintah Provinsi telah melakukan tukar guling wilayah Kota Baru dengan wilayah Tulangbawang Barat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Adapun penyebab mangkraknya Kota Baru kata Watoni lantaran, setelah era kepemimpinan Sjachroedin habis pada tahun 2014, terjadi salah pemahaman Pemerintah Provinsi Lampung di era Ridho Ficardo.<\/p>\n<p>&#8220;Pada saat pemerintahan dilanjutkan di era Ridho Ficardo terjadi salah pemahaman, dimana kala itu muncul pemberitahuan atau instruksi dari Pemerintah Pusat bahwa tidak boleh ada pembangunan baru yang kurang efisien karena dapat merugikan negara. Namun jika pembangunan sudah dimulai dan berjalan maka bisa diteruskan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, Kota Baru ini telah berjalan dan terbangun kantor pemerintah, Rumah Sakit, Lamban Adat, Masjid dan bangunan lainnya, bahkan proses pembangunannya hampir bersamaan dengan Provinsi Banten, dan ternyata pembangunan di Banten terlaksana, sementara Kota Baru justru tersendat karena salah menerjemahkan instruksi pemerintah pusat,&#8221; ulasnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, lanjut Watoni, di era Gubernur Arinal Djunaidi walaupun tidak ada kelanjutan pembangunan ada upaya yang dilakukan untuk Kota Baru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG &#8211; Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan Watoni Noerdin menceritakan cikal bakal pembangunan Kota Baru hingga tidak dilanjutkan pembangunannya. Menurutnya,<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18700,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,41,4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18699"}],"collection":[{"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18699"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18701,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18699\/revisions\/18701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koran88.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}